The Way

Posted: March 9, 2012 in Uncategorized
Tags:

Sebuah kalimat memiliki berbagai macam rasa, tergantung dari bagaimana cara penyampaian kalimatnya. saat disampaikan dengan nada datar akan memiliki perasaan yang berbeda jika disampaikan dengan nada yang datar.

sebuah pendapat, argumen, pernyataan juga berlaku sama.

saya amat tertarik dengan argumen yang disampaikan oleh seorang anak yang memprotes sebuah soal. argumennya tepat, bahkan sangat masuk akal untuk ukuran anak seusianya. namun yang menjadi salah adalah cara penyampaiannya. kalau bahasanya Icham, salah seorang murid saya, Adab menyampaikannya.

saya pribadi termaksud orang yang tidak bisa menerima peendapat yang disampaikan dengan cara yang tidak tepat, baik dari segi waktu maupun tempatnya. saya akui, saya masih sering menggunakan peasaan atas pendapat yang dilontarkan orang lain. mungkin saya harus berlatih menerima sebuah perkataan orang lain, terutama saat diri tidak siap menerima pendapat tersebut.

tenang saja, saya akan terus belajar..

On Friday, 9th December 2011, the pre-school’s teachers and I were going to Ujung Kulon. We would go there by cars, drove by Mr. Hudori and Mr. Taufik. The pre-school’s teachers would share their experiences in teaching to kindergarten’s teachers in Sekolah Alam Indonesia Ujung Kulon.

I was excited with this journey because this was my first time to Ujung Kulon. I couldn’t imagine how beautiful Ujung Kulon was, and how many knowledges that I would get there.

The journey took 8 hours time. It would be tired on the journey but the beautiful scenery on the journey erased that feeling. All teachers chatted alot and told many stories in the car. Even Mr.Hudori told his childhood story when our car passed his house in Pandeglang. It was so much fun !! ^^

We arrived at Ujung Kulon at 22.30. Mr. Rahmat, the owner of Sekolah Alam Indonesia Ujung Kulon welcomed us. And then we had rest because the next day we had to prepare Teacher’s Training.

On Saturday, 10th December 2011, we had busy time to prepare The Teacher’s Training. All teachers took part in preparation. We decorated multipurpose room that would be the place for the Teacher’s Training. At 08.00, teachers from many kindergartens near Sekolah Alam Ujung Kulon started to come. And the training began at 09.00.

After Opening Ceremony, Miss Tia shared her knowledges about Under-age Children’s Development. She started her session by watching “Daddy Day Care” movie. The movie told about fathers that enrolled a child care. It was unusual that men enrolled a child care, but in movie, that fathers proved they could do child care. In movie, we also learnt how to take care of children. After watching movie, Miss Tia shared her knowledge and discussed with participants.

After Miss Tia’s session, the next session was Craft session. The participants were devided into 3 groups. The first group would make playdough with Mr. Nunu, Miss Tia, and Miss Dita. The second group would make “pizza and doughnut” from newspaper with Miss Aisyah and Miss Aini. The third group would make creatures from box of milk with Miss Maryam. The participants from each group were so excited because it was their first time experiences. They showed their creativity in making beautiful crafts. What I learnt from this session was we could use everything, even from unused things, combined with creativity would produce beautiful things.


The last session in Teacher’s Training is Story Telling with Miss Maryam. She explained about technics, expressions, vocals in story telling. Miss Maryam also gave examples in story telling. Wow, she was so great. The participants were “hypnotized” with her story. Miss Maryam also gave “tips and tricks” in story telling. We could do story telling, with any kinds of story, with our creativity, but we had to do it “all out”, so the children could feel and understand what we wanted to give in our story.

After Teacher’s Training, in the afternoon, we went to Peucang Island by boat. Wow, I was very nervous. I didn’t know if I could stand with the stream or not. And I was surprised that not only me had the same feeling. But, Miss Tia and Mr. taufik gave some advices so we can conquered our self. Thank you, Miss Tia and Mr.Taufik.. :)

On Sunday, 10th December 2011, we had to go back to Jakarta. We said Good Bye to Mr.rahmat, and we took some pictures. This journey was unforgettable.  I could learn that sharing knowledges, even just a little, was so much fun. By giving, it would not decrease our knowledges, it even enriched ourself. I learnt so much, and so did the teachers.

By Annisa Rachma

English Facilitator in Seklah Alam Indonesia

Guntur & Linkin Park

Posted: October 21, 2011 in Uncategorized

Salah satu murid saya ada yang merupakan penggemar berat Linkin Park. Namanya Guntur. Sekarang ia duduk di kelas 6 SD. Bersama temannya, Yazid, ia menggemari Linkin Park. Guntur dan Yazid bahkan memanggil saya dengan sebutan Miss Bennington. Ia menyanyikan lagu-lagu Linkin Park dan senang membahas Konser-konser Linkin Park yang sudah lalu. Ternyata Ia mulai menggemari Linkin Park sejak umur 3 tahun.

Saya sempat menanyakan kepada Guntur mengapa ia begitu menggemari Linkin Park. Kemudian, mengalirlah sebuah cerita darinya..

Katanya, ia menyukai Linkin Park karena almarhum ayahnya juga menyukai Linkin Park. Dulu, mereka sering menyanyikan lagu-lagu Linkin Park bersama-sama. Melalui lagu-lagu Linkin Park pula ia belajar berbahasa Inggris aktif. Alhamdulillah, nilai-nilai yang diperoleh dari sekolah dan dari rumah memfilternya terhadap lirik-lirik lagu Linkin Park yang tidak baik untuknya. Dan sikapnya menanggapi lirik-lirik itu membuat saya kagum. Jadi kalau ada lirik-lirik yang tidak sesuai, ia tidak menyanyikan bagian tersebut dan kadang-kadang, melaporkannya kepada saya.

Ayah Guntur meninggal saat ia berusia 4 tahun, pada hari ulang tahun Ibunya. Katanya, sampai saat ini ibunya tidak pernah mau mengingat tanggal ulang tahunnya. Dan alhamdulillah Guntur merupakan anak yang baik. Ia menghibur ibunya dari kesedihan kenangan hari kematian ayahnya.

Linkin Park merupakan penghubung saya dengan kenangan indah bersama ayah, begitu ucap Guntur pada saya dalam Bahasa Inggris. Makanya Ia begitu menggemari Linkin Park. Ia bahkan datang ke Konser Linkin Park bulan lalu bersama Ibunya, untuk menikmati "penghubung" kenangan indah mereka bersama Almarhum ayahnya.

Untuk Guntur, Muridku yang kusayangi. Semoga Allah senantiasa menjagamu dan menguatkanmu menjadi sosok yang tangguh, tegar, dan sholeh..

Ciganjur, 21 Oktober 2011

Sore itu, minggu pertama Ramadhan 1432 H, saya sedang bersilaturahim dengan saudara-saudara saya di Semarang di rumah salah seorang ustadz. Sore itu untuk pertama kalinya saya mendengar sebuah kabar gembira. salah seorang sahabat saya akan menggenapkan diennya dengan.. salah satu “bos” saya dulu.

Waaahh, Barokalloh..

Saya langsung meng-sms sahabat saya.

Ah, saya semakin terpesona dengan salah satu kuasa Allah dalam menentukan jodoh seseorang. Siapa yang sangka sahabat saya berjodoh dengan “bos” saya? Yah, itulah kuasa Allah.

 

*sok2an serius mode:on

 

Elwa..

Saya kenal Elwa dari awal bergabung dengan sebuah kegiatan mahasiswa ekstra kampus. Saya memang sefakultas dengannya, namun karena saya masih mahasiswa baru yang belum banyak teman, dan saya juga berbeda wisma dengannya, maka awalnya saya tidak terlalu mengenal sosok Elwa. Hingga kemudian kami menjadi teman menuntut ilmu, teman se-departemen, hingga teman sewisma. Dan saya pun mulai mengenali Elwa.

Saya akui saya memang agak berbeda dengan muslimah mipa lainnya, hingga saya baru menyadari bahwa selama ini saya ditempatkan di wisma bersama dengan seseorang yang akan mem-back up saya. Salah satunya adalah saat keputusan saya diwismakan dengan Elwa, saya yakin alasannya juga tidak jauh berbeda.^^

Dari sisi usia, kami terpaut hampir 2tahun, namun perbedaan usia tidak pernah mempengaruhi hubungan kami. Saya suka berkunjung ke kamar Elwa. Kamarnya rapi, dan koleksi bukunya banyak. Karena saya suka membaca buku, ditambah dengan ruangan yang nyaman, saya betah “membuat berantakan” kamar Elwa. hehehhe, maaf ya El..

Elwa merupakan lulusan dari Pondok Pesantren Al Mukmin, Ngruki, Solo. Jangan tanya saya itu pondok pesantren apa, dimana, seperti apa, karena pada awal kuliah saya tidak jauh beda dengan kebanyakan anak Jakarta yang hanya tau “Sekolah itu di Sekolah Negeri, di SEkolah Unggulan”. Maka pesantren tidak masuk hitungan saya sama sekali. Tapi untuk kali ini, saya cukup serius menanggapi. Walaupun saya tidak tau sama sekali Pondok Pesantren tempat Elwa menuntut ilmu, nama Elwa cukup populer dikalangan senior-senior wisma. Muslimah keren lah, mana mahir berbahasa Arab pula.

Dan karena kemampuannya itu, saya sering bertanya kalimat-kalimat dalam bahasa arab. Apabila ada yang bertanya kepada saya arti suatu kalimat dalam bahasa Arab, maka saya diam-diam akan meng-sms Elwa terlebih dahulu untuk menanyakan artinya. hehehhe.. waktu berkunjung ke rumahnya di Secang, Magelang, saya kagum saat mendengar Elwa berkomunikasi dengan adiknya via telepon genggam dalam Bahasa ARAB. Kereeennn…

Saya banyak belajar dari Elwa. Kedisiplinannya, keistiqomahannya dalam kebaikan, kerapihannya, semuanya.. Sosok muslimah ideal menurut saya, dan saya mengakui jika saya mengaguminya..

 

*kali ini tentang Niko

 

Saya kenal Niko baru-baru saja saat saya diberi tanggung jawab berada dalam lembaga kemahasiswaan dibidang legislatif yang ada di kampus. Sebelumnya saya hanya sekedar tau saja. Saya tau Niko dari sahabat saya yang satu sekolah dengan Niko dulu di Sekolah Menengah. Dan saya pernah melakukan suatu kejahatan, yang saya tidak akan ungkap dalam tulisan ini, tapi saya amat berharap dia mau memaafkan kesalahan saya dulu (saat saya hanya sekedar tau).

Nama Niko beberapa kali beredar dalam pembicaraan saya dengan teman-teman, dan secara saat itu saya hanya sekedar tau, jadi saya tidak ambil pusing. Yang pasti saya berkesimpulan bahwa orang yang bernama Niko itu Bukan Orang Sembarangan. Aktif dikegiatan saat sekolah menengah dan kuliah, menjadi pemimpin diangkatan dan beberapa kegiatan, mempunyai kemampuan akademik yang baik.

Dan kemudian saya pun menjadi “bawahan” dikegiatan kampus.

Dari pengamatan saya, Niko orang yang banyak belajar dibidang legislatif. Yah, banyak orang belajar hal yang sama seperti dia. Awalnya saya cukup sulit menyesuaikan diri dengan gaya kepemimpinannya. Beberapa kali saya dan beberapa teman mengalami masalah komunikasi organisasi dengan Niko, yang alhamdulillah kemudian dapat diselesaikan dengan baik.

Sampai akhir, bayangan “bukan orang sembarangan” membuat saya agak canggung dengan Niko.

 

(Maka ketika saya diminta menulis testimoni tentang Niko, saya agak kelimpungan. Bukan apa-apa, bayangan itu masih ada walaupun saya sudah biasa saja. hehehhe)

 

maka saya akan menutup tulisan ini dengan doa,

Barokallahu lakuma wa baroka’alaikuma wajama’a bainakuma fii khoir..

 

Ruang karya, 1 syawal 1432 H

Nisa Rachma

 

 

 

*tentang Elwa, pernah juga saya tulis di http://nisachem05.multiply.com/journal/item/225/Best_Friends_Forever

Ramadhan kali ini

Posted: August 30, 2011 in Mutiara berserakan, myday

Alhamdulillah, Allah masih memberi kenikmatan kepada saya sehingga saya masih bisa bertemu dengan tamu agung, Ramadhan di tahun 1432 Hijriah ini. Ramadhan kali ini merupakan Ramadhan yang baru untuk saya. Ini adalah kali kedua saya berRamadhan di Jakarta, bersama keluarga kembali. Tapi ini adalah Ramadhan pertama saya sebagai anak yang sedang belajar mencari ma’isyah sendiri. Alhamdulillah nikmat Allah yang tiada tara, saya berkesempatan belajar menggali ilmu-ilmuNya yang tersebar diseluruh penjuru bumi di Sekolah Alam Indonesia. Masih tergolong baru, memang. Namun saya amat bersyukur bisa belajar banyak hal.

Ramadhan kali ini begitu berbeda. Aktivitas belajar mengajar di sekolah lebih sedikit dibandingkan di hari lain diluar Ramadhan. Namun energi yang dikeluarkan boleh dibilang sama.

Alhamdulillah, lingkungan yang kondusif membuat saya nyaman berRamadhan. Dari mulai kegiatan menyambut datangnya Ramadhan, meskipun saya tidak ikut karena ada jadwal mengajar di SL, hingga ditutup dengan i’tikaf. Masa kegiatan belajar mengajar hanya 2 minggu, dan pada minggu ketiga, sekolah sudah bersiap-siap untuk melaksanakan Ramadhan Camp dan i’tikaf.

Selain itu ada pula program menghafal surat Al Waqi’ah. Saya akui, hafalan saya baru setengah surat saja. Saya bahkan kalah dari anak-anak. Tapi walaupun belum penuh satu surat, saya suka sekali momen-momen menghafal bersama. Saat Guru ulumuddin men-talaqqi semua anak bersama-sama setelah dhuhur, saya merasa bahagia sekali. Ghiroh menghafal begitu kuat. Selain itu ada pula kajian dan khatmul qur’an..

Subhanallah..

Bahkan saat i’tikaf pun dipersiapkan. Meski harus melayani anak-anak, namun setiap tetes keringat bahkan begitu saya nikmati..

Saya merasa amat bersyukur menjadi bagian dari komunitas ini. Meski saya tetap harus waspada agar tidak terlena. Saya merasa, perjalanan saya belajar mencari ma’isyah sendiri ini begitu menyenangkan. Saya bisa mengaktualisasikan diri, saya bisa bermain dan menyalurkan kesenangan saya, dan saya bisa terus mengalami proses pembelajaran.

Alhamdulillah..

Meski saya bukan pegawai dengan gaji yang besar, namun saya begitu menikmati setiap rupiah dan pelajaran-pelajaran lain yang saya dapat di sekolah. Rasanya lahir dan batin terpenuhi semua.

Maka dipenghujung Ramadhan ini, saya ingin memanjatkan sebuah doa. Agar  amalan-amalan selama Ramadhan diterima disisi Allah. Agar “diklat” Ramadhan ini bisa menjadi bekal menjalani kehidupan di 11 bulan selanjutnya, dan jika Allah berkenan, Maka aku ingin diizinkan bertemu kembali dengan Ramadhan..

Taqobbalallohu minna waminkum..

Minal ‘aidhin wal faidzhin

Mohon Maaf Lainr dan Batin..

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H

 

_Nisa Rachma_

Tak menyangka

Posted: August 7, 2011 in thinkin

Hmm, kalau diingat-ingat, sudah sekitar 3 minggu-an saya selalu terjebak pada pembicaraan “ligan-liganan”. Jadi ingat ucapan seorang paman, “Biasanya Nis, kita hanya akan mendengar apa yang ingin kita dengar”. Sampai sekarang saya masih belum bisa sepakat dengan ucapan tsb, Tapi belum berhasil 100% memperoleh alasan yang masuk akal untuk bisa menerimanya.

Yang saya yakini, yang namanya jodoh itu suatu misteri, dan Allah sudah mengaturnya dengan sangat baik. Eits, jodoh disini bukan hanya berarti pasangan hidup, setiap pertemuan kita dengan orang lain, setiap kesempatan yang diberikan, buat saya itu juga termaksud dalam kategori jodoh. Yang namanya jodoh, selalu datang dengan caranya masing-masing dan tak disangka-sangka.

Seperti dalam perbincangan sore itu..

Siapa sangka salah seorang sahabat saya berjodoh dengan salah satu bos saya?

Saya masih ingat betul betapa seringnya saya menceritakan segala aktifitas saya kepada sahabat saya yang satu rumah dengan saya pada masa kuliah. Tak hanya menyebut nama bos saya memang, tapi bagi saudara-saudara saya serumah, nama beliau dan rekan-rekan seperjuangan saya yang lain beserta aktivitas yang saya lakukan, amat familiar ditelinga mereka. yah, saya memang seperti radio yang tak henti-hentinya menyiarkan lagu-lagu. Maklum, saya tipe ekstrovert..

Saya jadi merasa bersalah, karena takutnya pembicaraan-pembicaraan saya dengan sahabat saya mempengaruhi penilaiannya terhadap bos saya. hehehe..

Tapitapitapi, saya percaya bahwa laki-laki yang baik untuk perempuan yang baik, begitu pun sebaliknya. Saya meyakini bahwa keduanya adalah orang yang baik, dan berligan menurut saya juga merupakan sesuatu yang baik. Apalagi ada niatan mulia, tak hanya sekedar keduniawian semata yang mendasari proses ikatan ligan tersebut. Maka semua menjadi baik, bukan?

Saya hanya bisa berdoa, semoga kebaikan dan keberkahan selalu melingkupi mereka..

Untuk sahabat dan juga bos saya..

Barokallohu untuk semua “proses perjalanan” kalian.. semoga sampai pada sakinah, mawaddah, warohmah hingga ke Jannah..

 

Ruang karya, 7 Agustus 2011

Proposing You..

Posted: August 7, 2011 in Uncategorized

***

Saya bingung..

Sebagai seorang perempuan, saya hanya bisa berdoa dan berusaha dengan usaha terbaik saya sebagai perempuan.  Yah, saya menunggu, menunggu dengan iringan untaian doa2 panjang dan harapan terbaik yg tak henti-henti.

Saat melihat satu per satu teman-teman memulai fase baru dalam kehidupan masing-masing, lama-lama saya iri. Awalnya didasari rasanya kehilangan. Mungkin tidak kehilangan 100%, tapi dengan menyandang status baru, teman-teman memiliki tanggung jawab baru dan dunia baru, tak hanya dunianya bersama saya.

Saya ingin merasakan kebahagiaan yang sama..

***

 

Mungkin itu yang Syi rasakan. Apalagi satu per satu adik-adik kelasnya mulai “melangkahinya”. Tapi sungguh ingin kusadarkan ia, bahwa ia tak perlu menggebu-gebu dan mempersingkat proses yang Allah berikan untuknya. mengapa tak ia nikmati saja setiap pendidikan lewat proses yang ia jalani?

Ah, siapa aku? Aku hanya anak-anak, dan aku belum berpengalaman dalam hal ini. Tapi sungguh, ingin sekali ku sadarkan ia betapa Allah sudah mengatur segala sesuatu yang terbaik untuknya. bahwa yang perlu ia lakukan selanjutnya adalah bersabar dan berhuznudhon kepadaNya.

 

Maaf, Syi.. Aku terlalu menyayangimu..

Ruang Karya, 7 Agustus 2011